Prinsip-Prinsip Rezeki Dalam Islam

21 May 2019 - Kategori Blog

Setiap muslim, pasti meyakini bahwa rezeki itu datangnya dari Allah. Dan setiap manusia sudah ada takaran rezekinya. Tapi tidak semua orang paham bahwa Allah mempunyai prinsip-prinsip tertentu menyangkut rezeki, dan ini banyak sekali diutarakan dalam Al-Qur’an dan hadist.

Pernahkah berfikir, mengapa finansial kita biasa-biasa saja, sedangkan mereka yang non-muslim bisa kaya raya ? Padahal Allah pastinya lebih sayang kepada yang beriman kepada-Nya kan ?

Sesungguhnya dalam Al-Qur’an sudah disebutkan bahwa rezeki itu bisa datangd ari arah yang tidak disangka-sangka. Dalam buku ‘The Science of Wealth’ karya Ki Jendral Nasution, disebutkan bahwa karena rezeki itu tidak bisa ditebak datangnya dari mana, maka sebetulnya berpotensi untuk menjadi tidak terbatas (unlimited) jumlahnya. Kok bisa ? Nha, silahkan baca bukunya ya.

Rezeki itu ibarat pohon yang berbuah banyak. Sebagian ada yang jatuh ke tanah dan bisa diambil dan kita makan begitu saja. Tapi tentunya buah yang jatuh ke tanah tidak sebaik yang ada di atas pohon kan? Sebagian buah yang bagus dan ranum berada di ujung atas pohon. Untuk mengambil buah yang terbaik itu, butuh tangga, yang dalam kehidupan kita sebut ILMU. Ilmu yang sedikit seperti tangga yang pendek, bisa untuk mengambil buah yang menempel di bagian bawah pohon. Ilmu yang banyak seperti tangga yang tinggi, mampu mencapai buah-buah terbaik di atas pohon. Semakin banyak ilmu, semakin baik rezeki kita, dengan izin Allah SWT.

Rezeki yang kita ambil harus HALAL. Ini kewajiban yang tidak boleh disepelekan oleh muslim, karena efeknya jauh dan besar. Jika memakan makanan yang haram, doa kita tidak akand ikabulkan Allah. Seperti tertulis dalam hadist “Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015). Jadi pastikan cara kita membeli dan mendapatkan suatu makanan adalah dengan cara yang HALAL (termasuk juga jenis makanannya halal).

Fokuskan pikiran untuk beribadah, tidak perlu memusingkan rezeki yang sudah dijamin oleh Allah. Dan ingatlah bahwa dis etiap rezeki yang kita terima, ada hak orang lain, jadi jangan lupa bersedekah. Sedekah tidak akan membuat kita miskin. Jangan lupa bersyukur ; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu” (Q.S.14:7)

Ada banyak sekali jalan rezeki, bisa dari hanya dengan beristighfar, bisa dari menikah, bisa dari mempunyai anak, dari bersedekah, dari berjual-beli, dari bersilaturahmi, dan masih banyak lagi. Satu hal yang harus diingat bahwa rezeki itu wajib diikhtiarkan, tidak bisa datang jika kita hanya duduk manis berpangku tangan.

, , ,

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter