Penting Untuk Wanita Muslimah – Ciri-ciri Istri Solehah

11 October 2018 - Kategori Blog

Ketika seorang wanita muslimah menjadi seorang istri, bertambah satu orang lagi untuk dia patuhi. Menjadi seorang istri adalah salah satu jalan untuk meraih keutamaan surga, jika dilaksanakan sesuai tuntunan Islam.

Tidak semua istri bisa meraih surga Allah. Ada beberapa ciri dari seorang istri soleha yang bisa dijadikan standar, sesuai ketentuan dari Al-Qur’an dan Hadist. Berikut kami coba jelaskan.

  1. Istri solehah, pastinya sudah mengetahui bahwa menutup aurat adalah wajib hukumnya, bahkan dari sebelum dia menjadi seorang istri. Terlebih ketika telah menjadi istri, dia hanya akan menampakkan auratnya di hadapan mahramnya, dan menutup aurat dengan sempurna di hadapan yang bukan mahram.
  2. Rajin beribadah (shalat, puasa, ibadah sunnah, dll), patuh pada perintah dan larangan Allah, dan patuh pada perintah suami selama tidak bertentangan dengan perintah Allah.
  3. Menjaga harta, harga diri keluarga dan suami, serta kemaluannya dan rahasia/aib suami. Seorang istri solehah tidak akan membuat malu keluarganya, selalu menjaga akhlaknya dengan baik dimana pun dia berada, dan tutur katanya lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada sesama. “Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34)
  4. Pandai menyenangkan hati suami, rajin mempercantik diri untuk suami dan melayani suami dengan baik.                            أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ
    “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417.)
  5. Keluar rumah dan berpuasan sunnah dengan seizin suami.
    لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
    “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)
  6. Bersyukur dengan apapun pemberian dan kebaikan suami. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907).

, , , , ,

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter