Istri Belanja, Wajibkah Izin Ke Suami ?

27 March 2019 - Kategori Blog

Wajibkah seorang istri meminta izin kepada suaminya jika ia ingin membeli sesuatu barang ?

Seringkali, ketika seorang pembeli sudah bertanya banyak tentang spesifikasi suatu barang kepada penjualnya, di akhir percakapan si pembeli berkata “Saya tanya suami dulu yaa..”. Salahkah ? Tentu tidak. Tapi wajibkah dia bertanya dulu pada suami ?

Jika seorang istri itu berbelanja dari harta suaminya (misalnya membeli sesuatu dengan uang gaji yang diberikan suaminya), maka adab terbaiknya adalah dengan seizin suami. Hadits yang mendukung hal ini adalah :

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يَجُوزُ لاِمْرَأَةٍ أَمْرٌ فِى مَالِهَا إِذَا مَلَكَ زَوْجُهَا عِصْمَتَهَا »

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak boleh bagi seorang perempuan yang bersuami untuk membelanjakan harta pribadinya (tanpa seizin suaminya).” (HR Abu Daud no 3546, Nasai no 3756, Ibnu Majah no 2388 dan dinilai al Albani sebagai hadits hasan shahih).

Bagaimana jika uang yang dibelanjakan adalah uang pribadi sang istri ? Kita tahu bahwa sekarang ini banyak istri yang bekerja atau punya usaha sendiri, sehingga mereka bisa menghasilkan uang sendiri. Jika demikian halnya, uang hasil kerja istri adalah milik istri sendiri, dan walalupun dia boleh membelanjakan uang tersebut sesuka hatinya, adab terbaiknya adalah tetap dengan menceritakan kepada suaminya semua yang dilakukannya dengan uang tersebut.

Sedikit tambahan, seorang istri boleh bersedekah atau berinfaq dengan uang pribadinya, tanpa perlu izin ke suaminya. Seperti ketika Maimunah, istri Rasulullah yang memerdekakan budak perempuannya tanpa sepengetahuan Rasulullah.

Dari Kuraib, bekas budak dari Ibnu ‘Abbas sesungguhnya Maimunah binti al Harits pernah bercerita kepada Ibnu ‘Abbas bahwa dia memerdekakan budak perempuannya tanpa meminta izin kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terlebih dahulu. Pada saat hari giliran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menginap di rumah istrinya, Maimunah barulah Maimunah berkata kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah kau tahu bahwa aku telah memerdekakan budak perempuan yang kumiliki?” Komentar Nabi: “Benarkah kau telah melakukannya?” “Ya!” Jawab Maimunah. Sabda Nabi: “Jika kau berikan budak perempuan tersebut kepada pamanmu tentu pahalanya lebih besar.” (HR Bukhari no 2452 dan Muslim no 999).

Dalam hadits ini, Nabi tidak menyalahkan perbuatan istrinya, Maimunah yang menginfakkan harta pribadinya tanpa sepengetahuan dan seizin beliau. Andai hal ini terlarang tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menegurnya.

 

, , , , , ,

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter