Hukum Wanita Bercadar Dalam Islam

16 September 2018 - Kategori Blog

Saat ini, dengan semakin banyaknya kajian muslimah di berbagai tempat, membuat ajaran Islam juga semakin dikenal dan diperdalam oleh muslim dan khususnya mjuslimah. Semakin mereka mempelajari, semakin mereka mencintai ajaran Islam, dan semakin ingin untuk menjalankannya dengan lebih menyeluruh, salah satunya dengan menggunakan cadar atau niqob.

Sudah jelas, bahwa cadar atau niqob ini bukanlah budaya dari Arab, tetapi ada tuntunan dalilnya dari Al-Qur’an dan Hadits. Keempat Mazhab dalam islam pun menegaskan bahwa cadar atau niqob hukumnya adalah sunnah, dan bisa menjadi wajib jika menimbulkan fitnah. Berikut kami sampaikan dalil dari beberapa mazhab tersebut.

Al Imam Muhammad ‘Alaa-uddin berkata:

وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها ، وقدميها في رواية ، وكذا صوتها، وليس بعورة على الأشبه ، وإنما يؤدي إلى الفتنة ، ولذا تمنع من كشف وجهها بين الرجال للفتنة

“Seluruh badan wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan dalam. Dalam suatu riwayat, juga telapak tangan luar. Demikian juga suaranya. Namun bukan aurat jika dihadapan sesama wanita. Jika cenderung menimbulkan fitnah, dilarang menampakkan wajahnya di hadapan para lelaki” (Ad Durr Al Muntaqa, 81)

Al Hathab berkata:

واعلم أنه إن خُشي من المرأة الفتنة يجب عليها ستر الوجه والكفين . قاله القاضي عبد الوهاب ، ونقله عنه الشيخ أحمد زرّوق في شرح الرسالة ، وهو ظاهر التوضيح

“Ketahuilah, jika dikhawatirkan terjadi fitnah maka wanita wajib menutup wajah dan telapak tangannya. Ini dikatakan oleh Al Qadhi Abdul Wahhab, juga dinukil oleh Syaikh Ahmad Zarruq dalam Syarhur Risaalah. Dan inilah pendapat yang lebih tepat” (Mawahib Jaliil, 499)

Ibnu Qaasim Al Abadi berkata:

فيجب ما ستر من الأنثى ولو رقيقة ما عدا الوجه والكفين . ووجوب سترهما في الحياة ليس لكونهما عورة ، بل لخوف الفتنة غالبًا

“Wajib bagi wanita menutup seluruh tubuh selain wajah telapak tangan, walaupun penutupnya tipis. Dan wajib pula menutup wajah dan telapak tangan, bukan karena keduanya adalah aurat, namun karena secara umum keduanya cenderung menimbulkan fitnah” (Hasyiah Ibnu Qaasim ‘Ala Tuhfatul Muhtaaj, 3/115)

Sedangkan dalam Al-Qur’an, perintah untuk menutup aurat salah satunya terdapat pada surat Al-Ahzab ayat 33. Dalam tafsir terhadap ayat tersebut, disebutkan sbb :

Imam Ath Thabari rahimahullah menjelaskan:

ثم اختلف أهل التأويل في صفة الإدناء الذي أمرهن الله به فقال بعضهم: هو أن يغطين وجوههن ورءوسهن فلا يبدين منهن إلا عينا واحدة

“Para ulama tafsir khilaf mengenai sifat menjulurkan jilbab yang diperintahkan Allah dalam ayat ini. Sebagian mereka mengatakan: yaitu dengan menutup wajah-wajah mereka dan kepala-kepala mereka, dan tidak ditampakkan apa-apa kecuali hanya satu mata saja.“[1]

Jika sekarang ini cadar sering diidentikkan dengan hal-hal negatif seperti islam ekstrim bahkan teroris, sungguh itu adalah hal yang salah besar. Wanita bercadar adalah salah satu wujud ketaqwaannya kepada Allah, yaitu dengan menjalankan sunnah hanya untuk mengharapkan ridhoNya.

, , , , ,

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter