Hijab Style Yang Syar’i Untuk Wanita Muslimah

10 September 2018 - Kategori Blog

Sebetulnya, satu hal yang perlu disadari, sesuatu yang benar menurut syariat adalah ketentuan yang terbaik dari Allah.

Begitupun aturan berpakaian yang Allah tuliskan dalam Al-Qur’an. Wanita Muslimah wajib hukumnya berjilbab / berhijab. Tapi hijab dan jilbab ini pun ada aturannya, tidak sekedar menutup rambut.

Aturan pertama, jilbab harus (minimal) menutup dada. Akan lebih baik jika jilbab menjulur seperut, atau bahkan sepaha dan bagian belakangnya menutup bokong, seperti yang diperintahkan dalam Surat Al-Ahzab ayat 59.

Dari Surat Al-Ahzab ini juga terbersit bahwa wanita muslimah tidak diperkenankan melilit jilbabnya di leher, sehingga dadanya tidak tertutup oleh jilbab.

Wanita muslimah yang memakai jilbab tidak diperbolehkan menunjukkan tonjolan di belakang kepalanya (baik itu karena rambut yang dikuncir atau tonjolan buatan dari dalaman jilbabnya). Ini ditegaskan dalah hadist berikut :

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya yaitu kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (maksudnya penguasa yang dzalim), dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jarak jauh sekali),” (HR. Muslim dan yang lain).

Maksud dari hadits “kepala mereka seperti punuk unta,” adalah wanita yang menguncir atau menggulung rambutnya sehingga tampak sebuah benjolan di bagian belakang kepala dan tampak dari balik hijabnya.

Ancaman yang sangat keras bagi setiap wanita yang keluar rumah menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya adalah tidak dapat mencium bau wangi surga, padahal bau wangi surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh.

Kain untuk jilbab, seperti halnya pakaian syar’i, janganlah yang tipis dan menerawang, sehingga masih terlihat rambut di baliknya. Bahan untuk jilbab harus menutup sempurna, baik dari segi ketebalan dan juga ukurannya.

Model jilbab syar’i sebaiknya yang sederhana dan tidak menarik perhatian. Tidak perlu dihias dengan perhiasan yang tidak perlu, warnanya pun tidak perlu yang mencolok. Karena sesungguhnya jilbab itu adalah untuk menutup kecantikan wanita dari pandangan laki-laki, bukan justru untuk menonjolkannya.

, , , , , ,

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter